Wujud Kepedulian, Wakajati Sulsel Robert M Tacoy Gelar Anjangsana ke Rumah Purnaja dan Janda Almarhum Pegawai
KEJATI SULSEL, Makassar – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan yang ke-80 pada tahun 2025, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menggelar kegiatan anjangsana sebagai wujud kepedulian terhadap para purnabakti (purnaja). Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 29 Agustus 2025, dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun kejaksaan.
Kegiatan anjangsana kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Sulsel, Robert M. Tacoy. Beliau memimpin rombongan pertama untuk mengunjungi salah satu purnaja. Kunjungan ini merupakan cerminan dari penghargaan Kejaksaan terhadap jasa-jasa para mantan pegawai. Turut mendampingi Wakajati dalam kunjungan ini adalah Asisten Intelijen, Ardiansyah, dan Plt. Asisten Pemulihan Aset, Andi Sundari.
Rombongan pertama tersebut mengunjungi kediaman Bapak Andi Karim di Jalan Gotong Royong 3, Kota Makassar. Suasana kehangatan terasa saat Wakajati Robert M. Tacoy dan rombongan berinteraksi dengan Bapak Andi Karim dan keluarganya.
“Kegiatan anjangsana ini tidak hanya sebatas kunjungan, tetapi juga menjadi momen untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi dengan mereka yang telah mendedikasikan hidupnya untuk institusi Kejaksaan,” kata Robert.
Dalam perbincangan, Wakajati menanyakan kondisi kesehatan Bapak Andi Karim, yang menurut informasi sudah menunjukkan perbaikan signifikan setelah sempat sakit. Kunjungan ini memberikan dukungan moral yang besar bagi beliau dan keluarga.
Pada saat yang sama, rombongan lain dari Kejati Sulsel juga melaksanakan kunjungan ke lokasi lain. Rombongan kedua ini terdiri dari Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Jabal Nur; Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun), Riyadi Bayu Kristianto; Asisten Pengawasan, Ewang Jasa Rahadian; serta Asisten Pidana Militer (Aspidmil), M. Asri Arief. Mereka menyasar dua rumah purnaja lainnya yang berlokasi di Kompleks Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Kunjungan ini ditujukan kepada dua keluarga purnaja yang berbeda. Rombongan kedua menyambangi kediaman Ibu Fatma Esa, yang merupakan janda dari almarhum Haruna Rasyid Lada. Kemudian, mereka melanjutkan kunjungan ke rumah Bapak Ahmad Juddi.
Setiap kunjungan yang dilakukan oleh Kejati Sulsel ini membawa pesan kepedulian dan penghargaan yang mendalam. Mereka tidak hanya sekadar memberikan bingkisan, tetapi juga meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita dan memastikan kesejahteraan para purnaja serta keluarga mereka. Ini adalah langkah nyata dalam menjaga hubungan emosional dan kekeluargaan di luar lingkup pekerjaan formal.